Monday, August 18, 2008
SEBUAH TANYA (SOE HOK GIE)
CINTA (SOE HOK GIE)
Ada orang yang menghabiskan waktunya berjudi di miraza
Tapi aku ingin habiskan waktuku di sisimu sayangku
Bicara tentang anjing-anjing kita yang nakal dan lucu
Atau tentang bunga-bunga yang manis di lembah mendala wangi
Ada serdadu-serdadu Amerika yang mati kena bom di danang
Ada bayi-bayi yang mati lapar di Biafra
Tapi aku ingin mati di sisimu sayangku
Setelah kita bosan hidup dan terus bertanya-tanya
Tentang tujuan hidup yang tak satu setanpun tahu
Mari, sini sayangku
Kalian yang pernah mesra, yang pernah baik dan simpati padaku
Tegakklah ke langit atau awan mendung
Kita tak pernah menanamkan apa-apa,
Kita takkan pernah kehilangan apa-apa”
Sunday, August 3, 2008
JENIS-JENIS JOMBLO
1. Jomblo Sejati
dan belum pernah naksir siapa siapa.
Ciri-cirinya : Kacamata tebal,
penampilan tidak terjaga, fashion
berantakan dan sering keliatan korek
upil didepan umum. 2. Jomblo Sniper
Jomblo yang ini belum pernah pacaran
tetapi sudah ada yang sejak lama
ditaksirnya hanya saja blom berani
nembak sampe sekarang. Ciri-cirinya :
Sering tidak keliatan di tempat umum
karena kurang PD dan nyali, sering
mangkal ditempat tempat sepi, kadang
membawa teropong untuk mengintai dan
terlihat membawa banyak karet gelang
untuk nembak cicak didinding. 3. Jomblo Negatif
Yang satu ini baru jadi jomblo setelah
dipecat (dibaca:ditinggal/diputusin)
oleh pacarnya dan berada dalam suasana
sedih, desprated, dikecewakan, tidak
bisa terima kenyataan dan membenci
yang namanya cinta. Ciri-cirinya :
Gampang sirik, sering kesel, bad mood,
emosional dan membenci film film
berbau romantis. So bagi yang lagi
mesra mesra nya mohon hindari jomblo
yang satu ini. 4. Jomblo Biru
Jomblo yang satu ini baru putus
pacaran secara resmi (sama sama
merestui) karena uda bosan atau jenuh
dan lagi kosong. Ciri-cirinya : Wajah
ceria seperti narapidana yang baru
bebas, menikmati hidup dan menemukan
kehidupannya kembali, sering terlihat
hangout rame rame dan happy happy dan
banyak lagi, kesimpulannya MERDEKA ! 5. Jomblo Finale
Jomblo yang satu ini uda lagi dekat
dekatnya dengan seseorang dan hampir
melepas status kejombloannya. Ciri-
cirinya : Setiap hari tidak terlepas
dari cermin, make up, fashion update,
bodycare, rajin rajin baca zodiak,
sering senyum senyum sendiri kalo lagi
baca SMS. 6. Jomblo Hunter
Jomblo yang ini menikmati kehidupan
jomblonya dan sering sekali gonta
ganti pasangan dan jomblo lagi,
hunting lagi,
jomblo lagi, hunting lagi dan
seterusnya…jomblo lagi…
Ciri-cirinya : Punya bakat selebriti,
PD abis, daya tarik yang luar biasa,
terlihat sering tebar pesona sana sini
dan makanan sehari hari : add friend
di Friendster. 7. Jomblo Impossible
Khusus cowok, yang ini berstatus
jomblo karena yang ditaksirnya adalah
seseorang yang tidak mungkin didekati
lagi, seperti selebriti selebriti
(Britney, JLo, Maskot Kensington, dian sastro & siti nurhaliza xixixi….),
istri tetangga, pacarnya konglomerat,
istri simpanan bos, dll Ciri-cirinya :
Selalu tampil keren 24 jam sehari 7
hari seminggu, kalo berbicara seperti
aktor dan merasa dirinya Tom Cruise. 8. Jomblo Forever
Khusus cewek, yang ini berstatus
jomblo karena menunggu dan berharap
bisa menikahi pria idaman
seperti :Andy lau,Jang Dong Gun,Brad Pitt, Josh Hartnet, kimi rae won xixixi….
Ciri-cirinya : Terlihat menempel
foto, poster idolanya dimana mana,
dikamar tidur, kamar mandi, buku
tulis, wallpaper handphone dan dalam
dompetnya. 9. Jomblo Error
Jomblo ini belum pernah bisa sukses
pacaran karena asal nembak seseorang
gagal terus, nembak yang lain ditolak
terus dan selalu naksir seseorang yang
sudah ada yang punya. Kacihan deh loe.
Ciri-cirinya : Selalu keliatan berapi
api, bernafsu, kalo kenalan langsung
tawarin tunangan besoknya langsung
ngajak merried. Kata kata pertama
sewaktu kenalan : “Hi, kenalan nama
gue…, masih single, punya sim C married yuk!” hehehe…..
TIPE JOMBLO
JOMBLO tipe-A
(jomblus underdogus)Jomblo ini cenderung mempunyai nasib buruk dalam segala hal yang berhubungan dengan perempuan. Ketika ada kesan bahwa nasibnya membaik jangan buru-buru bahagia sebab nasib baik tersebut akan berputar arah kembali menjadi buruk. Apa yang dimiliki jomblo ini sangat minim, baik kelebihan maupun kekurangan. Tidak ada yang terlalu menonjol dari jomblo ini, yang menyebabkan jarang bagi lawan jenis untuk melirik/melihat. Kunci jomblo ini dalam mencari pasangan adalah PeDe, karena hanya dengan percaya diri yang kuat disitu terletak perjalanan cinta yang nikmat.
Karakteristik dari jomblo ini adalah:
1.Penampilan pas pas-an
2.Aura negatif
3.Pribadi menarik
4.Harga diri rendah jomblus underdogusa
JOMBLO tipe-B(jomblus playboynus)
Jomblo tipe ini banyak ditemukan di sekitar kita. Jomblo yang terlihat nasibnya jauh lebih baik dari kita dalam hal mencari pasangan. Berbeda dengan tipe sebelumnya, jomblo ini mempunyai banyak kelebihan terutama bagian external. Seringkali kita bisa melihat jomblo tipe ini harus menyaring lawan jenis yang berdatangan ke arahnya. Kelebihan jomblo ini dimulai dari penampilan fisik, kemampuan berbicara, kelihaian dalam pendekatan wanita dan lain-lain. Jomblo ini memilih untuk tidak mencari satu pasangan melainkan beragam pasangan. Meskipun terlihat serba hoky dori jomblo ini tetap mempunyai kelemahan. Ketidakmampuan jomblo ini dalam membina hubungan ‘one on one’ mungkin disebabkan karena kurangnya pengalaman berhubungan serius.
Karakteristik jomblo ini adalah:
1. Penampilan menarik
2. Aura magnetik
3. Jago speak-speak
4. Takut terikat
JOMBLO tipe-C (jomblus misterrius )
Jomblo ini sangat ‘introvert’. Dari 100% yang ada di dalam pikirannya, hanya 10%-20% yang terekspresikan keluar. Jomblo ini kurang percaya diri hingga menyebabkan banyak sekali keinginan dan tekad yang tidak terlaksanakan. Sebenarnya potensi jomblo ini besar dan penampilan secara fisikpun tidak mengecewakan, namun jomblo ini tidak dapat menggunakan kelebihan-kelebihannya sebagai alat komunikasi yang handal terhadap lawan jenis. Jomblo seperti ini cenderung menjadi pasangan yang setia karena perjuangan dan jerih payahnya untuk mendapatkan pasangan yang dia inginkan sangat berarti, sehingga beruntunglah untuk lawan jenis yang bisa melihat potensi jomblo yang satu ini.
Karakteristik jomblo ini adalah:
1.Potensi tinggi
2.Alat komunikasi lemah
3.Pemburu jarak jauh
4.Plin plan
JOMBLO tipe-D (jomblus ditolaktrus)
JOMBLO tipe-D ini adalah tipe jomblo yang paling unik - namun bukan dalam arti positif. Perilaku dan motivasi jomblo ini sulit untuk diperhitungkan. Banyak sekali tindakan-tindakan yang tidak masuk akal yang dilakukan jomblo ini dalam mencari lawan jenis. Apa yang terlihat diluar kemungkinan itu juga yang akan terlihat dari dalam. Mungkin ini satu-satunya dimana kita bisa ‘judge the book by its cover’. Penampilannya yang kurang memadai menjadi suatu kelemahan yang mutlak dalam mencari pasangan. Namun jomblo ini tidak semuanya negatif, secara kepribadian dan sifat dasarnya jomblo ini adalah manusia yang jujur, setia dan baik hati.
Karakteristik jomblo ini adalah:
1.Penampilan tidak memadai
2.Invisible bagi lawan jenis
3.Perilaku tidak jelas
4.Lain dari yang lain
Sekian pelajaran tentang JOMBLOlogy, semoga ilmu ini dapat bermanfaat bagi para jomblo yang sedang mencari identitas dirinya dan berguna dalam menentukan cara dalam mendapatkan pasangan. Atas nama para jomblo-ers saya ucapkan terima kasih
diambil dari:www.sinemart.com/jomblo
Friday, August 1, 2008
motivasi hidup
memiliki hal-hal terbaik, mereka hanya berusaha
menjadikan yang terbaik dari setiap hal yang hadir dalam
hidupnya.
“Bangunlah sebuah sikap berterima kasih. Katakan “terima kasih” pada setiap orang untuk segala sesuatu yang mereka lakukan untuk Anda. Ini adalah investasi terhadap peluang jutaan dolar tanpa modal” “Orang-orang yang sehat dan bahagia adalah mereka yang menghadapi kenyataan-kenyataan hidup mereka secara langsung. Namun tidak berharap hal itu berubah secara langsung.” “Mengapa sampai sekarang Anda belum mencapai tujuan-tujuan Anda? Apa alasan-alasan yang sering Anda pakai, dan bagaimana alasan-alasan itu menahan Anda dari kemajuan?”
“Tutup mata hatimu dari kebencian, jangan selalu gelisah, hiduplah dengan kesederhanaan, pengeluaran yang terbatas, memberi yang banyak, selalu bernyanyi, selalu berdo’a, lupakan masa lalu…selalu berpikir dengan perasaan, beri perasaan hatimu dengan cinta seperti matahari yang akan terbit…semua itu merupakan lingkaran emas dari kehidupan yang pasti akan berhasil.”
“Hidup adalah soal keberanian menghadapi tanda tanya
Tanpa kita bisa menawar
Terimalah dan hadapilah (Gie)”
“Bila Anda tak menemukan yang bisa Anda cintai dari pekerjaan Anda, maka mengapa Anda ada di situ? Tak ada alasan bagi Anda untuk tetap bertahan. Cepat pergi dan carilah apa yang Anda cintai, lalu bekerjalah di sana. Hidup hanya sekali. Tak ada yang lebih indah selain melakukan dengan rasa cinta yang tulus.” “Kalau kita tidak bisa menjadi berkat bagi orang lain, setidak-tidaknya janganlah kita jadi batu sandungan bagi orang lain” Seseorang yang mencintai kamu, tidak akan memberikan janji apapun dengan mudah, karna ia tidak mau mengingkari janjinya. Ia ingin kamu untuk mempercayainya dan ia ingin memberikan hidup yang paling bahagia dan aman selama lamanya. Seseorang yang mencintaimu, jarang mengatakan kata-kata manis. Tapi kamu tau, ‘kecupannya’ sudah menyalurkan semua. Seseorang yang mencintai kamu, tidak bisa memberikan alasan mengapa ia mencintaimu. Dia hanya tau, di mata dia, kamulah satu satunya.
Monday, July 28, 2008
Kuba : Satu Pelajaran Bagaimana Menghancurkan Rasisme
disadur dari : http://indomarxist.tripod.com/0000008.htm
Oleh Roberto Jorquera
Invasi ke Amerika setelah “ditemukan” oleh Christoper Colombus adalah sentral dari perkembangan kapitalisme di Eropa. Setelah invasi, ada suatu kebutuhan bagi penguasa kolonial untuk mengembangkan ideologi rasisme sebagai pembenaran dari penindasan-penindasan yang mereka lakukan terhadap penduduk asli dan untuk mengembangkan bisnis jual beli manusia (perbudakan) mereka.
Pemerintahan revolusioner Kuba telah bekerja selama 39 tahun untuk mengeliminir prasangka-prasangka rasial yang muncul semenjak kedatangan Spanyol di tahun 1492, dimana ketika itu terjadi pembantaian terhadap penduduk asli pulau tersebut dan perdagangan kulit hitam mulai diperkenalkan.
Sejak revolusi 1959, prasangka-prasangka rasis itu secara sistematis telah dilawan dan di hancurkan. Tapi tentu saja, tidak benar jika prasangka rasis yang bersifat individual dikatakan lenyap. Revolusi Kuba telah meletakkan fondasi sosial dan ekonomi untuk mengeliminir rasisme, tapi, dengan dengan meningkatnya serangan ekonomi dan politis yang dilakukan Imperialis Amerika, beberapa kemajuan telah berhasil dibuat mengalami tekanan.
Untuk mendapatkan gambaran yang lengkap tentang kemampuan melawan prasangka rasis dalam revolusi Kuba, adalah perlu untuk memahami sejarah hubungan ras yang ada di sana.
Sejarah Kuba adalah salah satu sejarah diskriminasi sosioekonomi terhadap mayoritas besar rakyat. Diskriminasi ini tidak hanya berbasiskan ras, tapi yang lebih penting, diskriminasi klas. Pemerintahan Revolusioner secara tepat menyadari bahwa untuk mengatasi rasisme dibutuhkan pembongkaran terhadap sistem klas itu sendiri.
Kolonisasi
Salah satu kesulitan dalam menganalisa politik ras yang ada di Kuba adalah kesulitan untuk menemukan data yang akurat tentang siapa saja, atau yang menganggap dirinya, sebagai kulit hitam. Menurut data sensus Kuba tahun 1955, orang-orang Negro atau mulatto berjumlah sekitar 55,85% dari jumlah populasi di tahun 1827, tahun 1899 sebanyak 32%, th 1934 sebanyak 25,2% dan tahun 1953 sebanyak 26,9%.
Data resmi ini berdasarkan pada definisi (responden) sendiri, sehingga kurang obyektif. Banyak studi yang melaporkan bahwa negro atau mulatto sekitar 35-40% dari jumlah populasi.
1880-an adalah periode pertempuran-pertempuran revolusioner. Banyak yang diawali dengan isu-isu rasial. Dan periode tersebut merupakan tahun-tahun pembantaian dari penduduk berkulit hitam, seperti yang terjadi di Aponte 1812 dan La Escalera tahun 1844.
Pahlawan revolusioner Kuba Jose Marti adalah salah seorang yang berkampanye paling giat dan agresif untuk pembebasan kaum kulit hitam. Perang sepuluh tahun, yang meletus tahun 1868, dimulai oleh Carlos de Cespedes’ dengan membebaskan para budaknya, dan hal tersebut membuka jalan bagi kaum kulit hitam unutk mendapatkan hak-hak politik yang lebih besar.
Propaganda sayap kanan tentang “kulit hitam yang menakutkan”, di jawab oleh Marti di 1868 : “Tidak akan ada kebencian ras, karena ras itu tidak ada….kemudian apa yang harus ditakutkan ?…Haruskah kita takut akan kebebasan pribadi mereka yang paling menderita di Kuba, di negeri dimana darahnya dia tumpahkan dan kita takut terhadapnya?…Revolusi, hadir untuk semua orang Kuba, tidak melihat warna kulit mereka, apakah mereka berasal dari daerah yang berkulit gelap (skin burn), atau dari mereka yang kulitnya lebih terang, revolusi hadir untuk semua orang Kuba…”
Pertempuran yang dipimpin oleh Marti dan pejuang lainnya menghasilkan penghapusan perbudakan di tahun 1886. Di akhir 1880-an terjadi peningkatan keterlibatan kaum kulit hitam dalam perjuangan kemerdekaan, terutama sekali pada perang kemerdekaan di 1895-1898.
Republik
Konstitusi 1901 mengesahkan praktek-praktek diskriminasi terhadap kaum kulit hitam. Pemilu sendiri hanya boleh diikuti oleh mereka yang sudah berada diatas usia 21 th yang juga harus bisa baca tulis, atau mereka yang mempunyai nilai kekayaan sejumlah 250 pesos, atau mereka yang dapat membuktikan bahwa dirinya bergabung dengan tentara pembebasan dalam peperangan.
Sebagai responnya, terbentuklah Asosiasi Pemilih Kulit Hitam ( Association of Black Voters) di tahun 1908. Yang kemudian secara cepat merubah dirinya menjadi Partai Kulit Berwarna (Party of Colour).
Bagian dari platform-nya menyatakan : “Kemerdekaan tidak didapat dengan menghiba atau mengemis, tapi harus direbut; dan hak itu tidak disedekahkan, tapi harus diperjuangkan dan menjadikannya milik semua orang. Jika kita hanya meminta-minta, maka kita akan menunggu dengan sia-sia dan kita akan kehilangannya.”
Di 1910, pemerintah, untuk membatasi aktifitas politik orang kulit hitam, mengeluarkan UU yang melarang format partai politik yang menggunakan garis ras. Pelarangan tersebut menyebabkan suatu peperangan rasial di 1912 yang kemudian menghasilkan suatu pembantaian besar-besaran terhadap kulit hitam yang dilakukan oleh militer.
Mengikuti perkembangan jaman, bentuk penindasan rasial yang sangat sistematis terjadi di semua aspek masyarakat Kuba. Contohnya adanya klub-klub sosial, bar-bar, restaurant-restaurant, pantai-pantai, bioskop, dan night club khusus untuk kulit putih. Pengeluaran juga diatur melalui levelisasi pendapatan.
Lourdes Cardal dalam artikelnya ” Hubungan ras di Kuba Masa Kini” menyatakan: “Di Havana, klub klas atasnya melarang orang kulit hitam dan mulatto.(Bahkan Batista, selama dia menjabat sebagai presiden, tidak boleh masuk di Havana Yacht Club,salah satu dari klub klas atas yang sangat ekslusif). Klub ini mengontrol pantai-pantai pribadi di Havana yang tentu saja melarang masuk orang-orang kulit hitam. Klub-klub klas menengah, terutama yang diorganisir perkumpulan-perkumpulan kaum profesional, hanya menerima orang-orang kulit hitam yang menjadi anggota organisasi-organisasi profesional”
“Di kota-kota kecil Kuba dan di ibukota-ibukota propinsi, pemisahan secara kaku dipaksakan dalam tatanan masyarakat mulai dari yang bersifat informal sampai formal, seperti pada taman publik. Sistem sekolah privat sangat mendominasi, meskipun tidak secara total berisi orang-orang kulit putih. Sekolah-sekolah elit mempraktekkan diskriminasi rasial, tapi itupun sangat sulit karena beberapa orang kulit hitam mampu untuk membayar iuran sekolah dan biaya lainnya”
Diskriminasi ras juga terdapat pada distribusi kesejahteraan, dimana orang-orang kulit hitam sebagai mayoritas pekerja, mendapat bayaran lebih rendah dan sangat sedikit sekali yang bekerja sebagai tenaga terampil.
Kebijakan imigrasi pemerintah banyak mengambil para pekerja kulit putih dari Spanyol, dan asimilasi-pun dikenalkan. Pemerintahan Kuba meskipun memperkenalkan mullato sebagai orang kulit putih, dan berupaya menghapus sejarah kelam penindasan kulit hitam.
Revolusi
Kemenangan Revolusi 1959 menyediakan peluang perubahan mendasar bagi sejarah hitam yang melingkupi masyarakat Kuba.
Casal menulis: ” Egalitarianisme dan reditribusi barang ( seperti land reform) yang diselenggarakan oleh pemerintahan revolusioner memberikan keuntungan bagi orang kulit hitam karena merekalah sektor masyarakat yang paling tertindas oleh sistem sosial yang ada sebelum terjadinya revolusi”
Diawal Maret 1959, Fidel Castro berbicara tentang sebuah kebutuhan untuk melawan prasangka rasial. Dalam pidatonya tanggal 21 Maret, Castro berkata: “Atas nama keadilan, Aku harus berkata bahwa tidak hanya aristokrasi yang mempraktekkan diskriminasi. Juga banyak orang-orang biasa (rakyat kecil) yang juga mempraktekkan diskriminasi”
“Ada buruh yang juga memegang prasangka yang sama sebagaimana orang-orang kaya, dan ini adalah sesuatu yang sangat absurd dan menyedihkan…dan rakyat kita harus memecahkan problem ini. Kenapa kita tidak mengatasi problem ini secara radikal dan dengan cinta, tidak dengan semangat perpecahan dan kebencian ? Kenapa tidak belajar dan menghancurkan zaman prasangka, yang hadir ke kita dalam bentuk institusi yang menjijikan yang bernama perbudakan ?”
Castro juga mengungkapkan bahwa: “Darah Afrika juga mengalir di nadi kita. Mentalitas rakyat belum cukup revolusioner. Mentalitas rakyat masih dikondisikan oleh banyaknya prasangka dan keyakinan dari masa lalu…Salah satu pertempuran yang harus kita jadikan prioritas utama setiap hari…adalah pertempuran untuk menghentikan prasangka rasial di tempat kerja…Ada dua tipe dari diskriminasi ras : pertama adalah diskriminasi ras di tempat-tempat rekreasi atau pusat-pusat kebudayaan, yang berikutnya adalah yang terburuk dan yang harus kita utamakan untuk di hancurkan adalah dikriminasi ras dalam pekerjaan”
Ucapan tersebut membuat pemerintah revolusioner memproklamirkan Perlawanan terhadap Rasisme :”Kita mewujudkan hukum yang menjamin hak-hak dari semua umat manusia dan anggota masyarakat…Tidak ada seorangpun yang bisa menganggap dirinya sebagai ras yang paling murni, bahkan juga ras yang paling superior. Kebajikan, kelebihan pribadi, kepahlawanan, kedermawanan, dikarenakan manusia-nya, bukan karena warna kulitnya.”
Castro juga mengatakan bahwa prasangka rasial dan diskriminasi ras sebagai perasaan anti-bangsa :”Yang dimaui oleh musuh abadi Kuba dan musuh revolusi adalah Kuba terpecah belah dan terpisah-pisah menjadi ribuan bagian, dan kemudian mereka mudah menghancurkan kita “
Che Guevara juga menaikkan issu ini . Visi dia yang dia ungkapkan dalam pidato yang di buat untuk mahasiswa di tahun 1960 adalah ” Universitas harus diisi (diwarnai) kulit hitam, kaum buruh, dan campesino”
Dari awal, pemerintahan revolusioner memperkenalkan berbagai hukum affirmatif yang bervariasi dan program yang membantu sektor populasi yang tidak beruntung, seperti perempuan dan kaum Afro-Kubans.
Revolusi juga memprioritaskan perubahan sosio-ekonomi sebagai titik tolak menuju masyarakat non rasis: seperti penghapusan sekolah dan perawatan kesehatan pribadi, yang secara ekonomis mendiskriminasi orang kulit hitam.
Castro berkata di Maret 1959 : “Ada diskriminasi di pusat rekreasi. Kenapa ? Karena orang kulit hitam dan kulit putih di-didik secara terpisah. Di sekolah lanjutan umum kulit hitam dan kulit putih didik bersama. Di sekolah lanjutan umum mereka akan belajar bagaimana hidup bersama…dan jika mereka bersama-sama di sekolah umum…maka kemudian mereka akan bersama-sama….disemua tempat”
Kubu sayap kanan meresponnya dengan slogan “tolak kaum kulit hitam dan merah”
Sebelum revolusi, ada 15% pelajar sekolah dasar dan 30% pelajar sekolah tinggi yang belajar di sekolah swasta, yang mayoritas siswanya kulit putih. Yang tidak punya biaya dan para staf pendidikan yang miskin harus mau menerima “sistem klas berdasarkan warna kulit”. Pembedaan ini juga menyulitkan pembangunan jaringan sosial lintas ras.
Sekarang
Pada tingkatan kebudayaan dan politik, revolusi membuka pintu lebar-lebar bagi keberadaan dan keterlibatan kaum Afro-Kuban. Di bulan April 1976, Castro menjadi orang Kuba “putih” pertama yang memimpin pemerintahan yang menyadari karakter mullato dari kebudayaan Kuba, dan ia menyatakan ” Kami adalah masyarakat Latin-African”
Casal menulis : “Kebudayaan Kuba, yang secara perlahan-lahan berkembang selama beberapa abad, adalah Afro-Hispanic. Dalam kebencian mereka terhadap dominasi klas putih, dalam perlawanan mereka, elemen kebudayaan kulit hitam terintegrasikan dalam musik Kuba, adat rakyat Kuba, seni Kuba, puisi, juga dalam mode pakaian. Tanpa warisan unsur-unsur kulit hitam mereka -rakyat Kuba- tidak akan jadi diri mereka sendiri. Mereka tidak bisa jadi orang Kuba”
Penghargaan terbesar yang diberikan kepada kebudayaan Afro-Kuban adalah keputusan untuk menerima penganut agama sebagai anggota Partai Komunis Kuba. Perubahan ini terutama sekali berdampak pada keturunan Afro-Kuba dan membuka lebih lebar pintu untuk partisipasi politik melalui pembukaan calon anggota partai.
Sebelum 1959, orang-orang kulit hitam cenderung terkonsentrasi di daerah pemukiman kumuh di Havana. Revolusi secara cepat meredusir-nya lebih dari 50 %; akhirnya, para penyewa rumah diberikan hak untuk memiliki rumah. Orang kulit hitam yang mempunyai rumah sendiri lebih banyak di Kuba daripada negeri lain.
Salah satu indikator dari tingkat kesadaran rakyat dalam isu rasial adalah persatuan antar-ras. 39 tahun revolusi telah menghasilkan perubahan struktural yang menempatkan para pemuda dalam kontak sehari-hari dengan semua ras yang ada, tapi aturan perumahan dan ikatan kekeluargaan meneruskan membentuk hubungan antar-ras mereka.
Nandine Fernandez, seorang kandidat doktor bidang antropologi di Universitas California, menetap selama dua tahun di Kuba di 1991-93 mengumpulkan informasi dengan subyek diatas, yang kemudian diangkat dalam artikelnya: ” Warna-warna Cinta : Perkawinan Kaum Muda Antar-Ras di Kuba “
Meskipun Fernandes mengatakan bahwa prasangka (rasial) itu masih ada, sangat jelas sekali bagi dia setelah revolusi ada peningkatan yang tajam atas persatuan antar-ras. Ada banyak alasan untuk ini, terutama peningkatan mobilitas sosial yang dinikmati orang kulit hitam di Kuba sejak 1959
“Orangtua dan kakek-nenek membangun kehidupan dan keluarga mereka di lingkaran revolusi, mengintegrasikannya ke tingkatan lebih besar atau kecil perjuangan terhadap kesetaraan ras, klas dan jenis kelamin. Seringkali para orang tua dan kakek-nenek itu berada dalam keadaan kontradiktif -terjebak diantara warisan diskriminasi dan ide kesamaan revolusioner “, tulis Fernandez.
Perubahan struktural yang dihasilkan revolusi di sektor ekonomi dan sosial adalah terjadinya perubahan mendasar atas kesenjangan sosial dan ekonomi yang dialami masyarakat Kuba selama zaman perbudakan, kolonialisme, neo-kolonialisme. Ada peningkatan yang sangat tajam atas tingkat integrasi ras dalam lingkungan kehidupan sosial dan ekonomi.
Prasangka (rasis) memang belum sepenuhnya lenyap. Prasangka itu masih ada terutama pada generasi tua. Tapi cara berpikir demikian semakin tidak diminati, dan sejak diskriminasi tidak lagi dilembagakan dalam bidang ekonomi, atau hukum, tidak ada lagi basis material bagi berkembangnya prasangka rasis. Bahkan dia terus melenyap.
* * *
Diterjemahkan dari Venceremos, Terbitan Komite Solidaritas untuk Amerika Latin dan Karibia, No 57, 1998.
INDONESIA DAN DEMOKRASI
Demokrasi kini didengungkan ke semua lapisan masyarakat. Demokrasi bertujuan untuk menciptakan sebuah tatanan masyarakat yang adil dan beradab sesuai dengan ideologi bangsa, Pancasila. Bangsa ini telah berusaha mewujudkan demokrasi yang diharapkan mampu mewujudkan kehidupan yang lebih baik. Adalah sebuah gebrakan besar ketika Indonesia mampu melakukan menyelenggarakan pemilu legislatif dan pemilihan presiden langsung pada tahun 2004. Ketika itu, Indonesia mendapatkan pujian dari banyak pihak dan pemimpin-pemimpin dunia karena dianggap demokrasi di Indonesia semakin maju.
Bukan sekedar pemilihan presiden, dibanyak hal demokrasi mulai menjadi sebuah pendatang baru karena sejak lama telah ditolak hadirnya oleh sebuah sistem yang telah diatur untuk kepentingan orang-orang tertentu. Kebebasan-kebebasan mulai tumbuh subur, pers bebas menulis dan membeberkan berita mengenai apa saja tanpa takut apakah nanti malam akan diculik sepulang kerja, mahasiswa mulai berkoar-koar di jalan-jalan mengkritik pemerintah jika tidak menjalankan tugas mereka tanpa takut akan diintai oleh intel pejabat untuk dibungkam dipenjara atau dikuburan. Rakyat bebas memilih siapa yang disenangi untuk menjadi pemimpinnya tanpa ada tekanan dari sana-sini. Umat beragama bebas menjalankan ibadahnya tanpa ada gangguan dari pihak-pihak luar.
Selama kurun waktu 10 tahun beberapa orang masih pesimis memandang demokrasi yang berjalan di Indonesia. Mengingat Indonesia merupakan negara dengan penganut muslim terbesar, wilayah yang sangat luas dengan penduduk yang mencapai kira-kira lebih dari 200 juta jiwa, mempunya banyak suku bangsa dan sebagainya. Namun, demokrasi masih berjalan menuju sebuah pematangan sistem demokrasi itu sendiri.
Namun, ternyata tak seindah pemaparan koran-koran atau majalah-majalah yang beredar dipasaran. Dibalik semua hal tersebut, demokrasi banyak menyimpan cacat yang kentara untuk disaksikan oleh semua orang bahkan mungkin cacat tersebut dibuat oleh orang-orang yang dulu menyorakkan demokrasi di langit Indonesia. Bukan membuat litani kesalahan kita tapi daftar panjang ini menjadi sebuah evaluasi bagi semua pihak atas apa yang kita perbuat untuk berbuat yang lebih baik lagi (action - reflection - action).
Pertama, setelah demokrasi berkumandang ternyata banyak kasus korupsi yang terbongkar bahkan menyeret bekas orang nonor satu di Indonesia. Semua bergejolak menuntut menindak para pelaku korupsi sesuai dengan hukum yang berlaku. Namun ternyata korupsi lain sedang berjalan dengan diam-diam oleh orang yang mungkin saja baru menuntut penegakan hukum bagi yang korupsi. Maling teriak maling, lalu siapa yang menangkap? Korupsi masih tetap subur di Indonesia. Para pemimpin yang diharapkan akan memiliki nilai lebih karena dipilih langsung oleh rakyat ternyata ingkar janji dengan korupsi, tidak lagi menjalankan tugas unutk mensejahterakan rakyat tapi berlomba-lomba mencari uang untuk mengembalikan modal kampanye sambil memupuk kekayaan. Akhirnya, sang pejabat tetap kaya dan sang rakyat tetap miskin. Lalu untuk apa berbicara tentang demokrasi kalau rakyat tetap tidak mampu hidup layak?
Kedua, pers bebas menyiarkan berita-berita politik, opini dan kritik terhadap pejabat kepada seluruh rakyat. Semua orang menjadi kontrol terhadap kinerja pemerintah. Dampaknya, mereka juga berkesempatan untuk menerima uang pelicin untuk setiap berita yang mereka buat dan berpihak pada kaum yang memiliki modal.
Ketiga, kebebasan agama menjadi terbelenggu ketika menggunakan tameng kebebasan kepada seluruh orang. Tercatat penutupan rumah-rumah ibadah yang dianggap sesat secara anarkis oleh pihak-pihak tertentu dengan mengatasnamakan kebebasan membela agama. Namun, haruskah dilakukan dengan kekerasan?Jika menggunakan tameng kebebasan, mereka juga akan berkilah atas nama kebebasan. Maka siapa yang akan menjadi kebebasan yang sebenarnya? Kita mengaku sebagai negara demikrasi tapi untuk hal seperti ini kita tidak memakai logika untuk memakai musyawarah untuk mufakat sehingga lahir sebuah demokrasi yang betul-betul untuk kepentingan bersama bukan dengan adu otot yang hanya melahirkan memar dan dendam.
Keempat, inti dari demokrasi adalah kedaulatan ada ditangan rakyat dengan sebuah pengakuan adanya pengakuan dan menghargai persamaan hak “warga negara” tanpa melihat embel-embel dibelakangnya. Kenyataannya. Orang masih berpikir siapa minoritas dan siapa mayoritas tanpa memandang potensi dan kualitas yang mampu membawa perubahan bagi kondisi bangsa ini.
Kelima, mahasiswa yang terkekang kini bebas beraspirasi dan ikut sebagai agent of change. Tak dapat dipungkiri, mahasiswa ambil bagian dalam kejatuhan orde lama yang telah lama menyelimuti Indonesia. Namun, sebuah hal yang sangat disayangkan ketika setiap saat harus berakhir dengan demonstrasi yang berakhir dengan kerusuhan. Tidak tahu apakah masih terbawa trauma masa lalu dalam hal kepercayaan terhadap orang dalam hal ini pemimpin atau karena sudah terbiasa. Ada musyawarah untuk mufakat yang digunakan unutk mengahdirkan demokrasi tapi tetap saja tidak dipakai. Selain itu, kebanyakan mahasiswa yang dulu bergejolak menuntut kebebasan kini menjadi pelaku yang merenggut kebebasan itu sendiri.***
HARI SIAL
“Hei, jangan nangis, gitu, dong!” seru si pengemudi truk. “Aku cuma bercanda. Aku beliin minuman lagi, deh!”
“Bukan, nggak usah. Hari ini merupakan hari terburuk dalam hidupku. Pertama, aku telat ke kantor. Bosku marah besar dan aku dipecat. Ketika mau pulang, ternyata mobilku dicuri orang. Trus, pas naik taksi, ternyata dompet dan kartu kreditku ketinggalan di dalamnya. Sampai rumah, istriku tidur dengan tukang kebun. Aku meninggalkan rumah dan datang ke bar ini. Dan pas aku berpikir untuk mengakhiri hidupku, kau muncul dan meminum racunku.”
TINDAKAN REPRESIF APARAT DAN PENGHIATAN REFORMASI
Tindakan-tindakan tidak terpuji dalam menanggapi aspirasi masyarakat ini mengingatkan kita kembali pada kekuasaan Soeharto bersama panji orde barunya. Selama soeharto berkuasa, aksi-aksi demonstrasi sangat dikekang karena dianggap mengganggu stabilitas nasional. Aksi demonstrasi sering kali dianggap sebagai upaya menurunkan wibawa pemerintah. Para aktivis yang gencar menyuarakan penderitaan masyarakat dituding sebagai generasi komunis atau orang-orang separatis (pembenrontak) sehingga mereka dilenyapkan dengan cara meninabobokan dalam penjara dan lebih tragis lagi menghilangkan hak untuk hidupnya. Para mahasiswa diinstruksidan dan dipaksakan untuk hanya belajar dan belajar di dalam kampus.
Melihat upaya pemerintah saat ini dalam merespons aksi unjuk rasa, rasanya tidak jauh berbeda dengan cara-cara yang dipraktekkan oleh orde baru. Pemerintah saat ini berupaya meredamkan aksi unjuk rasa dengan cara-cara kekerasan. Aksi unjuk rasa di beberapa kota berakhir dengan bentrokan antara mahasiswa dengan aparat keamanan. Para tokoh mahasiswa ditangkap dan dimasukkan dalam penjara. Bahkan lebih tragis lagi, polisi bebas masuk kampus untuk menangkap mahasiswa tanpa koordinasi terlebih dahulu dengan pemegang otoritas kampus.
Terjadinya chaos (bentrok) antara demonstran dengan aparat keamanan menunjukkan bahwa pemerintahan saat ini bukanlah pemerintahan yang demokratis. Sebuah pemerintahan dikatakan demokratis apabila pemerintahnya mau untuk mendengarkan suara rakyat kecil, yang dalam hal ini disuarakan mahasiswa, terbuka terhadap saran dan kritik dan senantiasa melindungi masyarakatnya. Realita saat ini tidak menunjukkan hal demikian,
malah sebaliknya. Pemerintah hanya ingin melaksanakan kebijakan yang sesuai dengan keinginannya, anti kritik, tidak mendengarkan saran-saran dari masyarakat serta mengancam hak hidup warga negara yang dipimpinnya. Malah pemerintah berargumen bahwa gerakan mahasiswa saat ini tidaklah gerakan murni, tapi merupakan gerakan politik yang ditunggangi oleh pihak-pihak tertentu dengan tujuan menjatuhkan popularitas kepala negara. Ini tentu sebuah upaya propaganda dari pemerintah untuk mengurangi simpatik dari masyarakat terhadap gerakan mahasiswa.Pemerintah yang berkuasa saat ini merupakan buah dari perjuangan reformasi yang banyak diperjuangkan oleh aktivis mahasiswa. Reformasi yang menginginkan adanya perbaikan dalam pemerintahan dan birokrasi, kebebasan berekspresi dan menyampaikan pendapat, dan perbaikan dalam kehidupan lainnya ternyata masih jauh panggang dari api. Bahkan dapat dikatakan bahwa cara-cara yang dilakukan pemerintah melalui aparatnya, merupakan sebuah penghianatan reformasi dan upaya membungkam suara arus bawah.
Gerakan mahasiswa tentu tidak akan padam oleh tekanan pemerintah melalui aparat-aparatnya. Gerakan mahasiswa Indonesia telah membuktikan diri sebagai gerakan yang senantiasa hidup, sekalipun terkadang mati suri, karena memang keadaan yang memakasa demikian. Pembungkaman terhadap arus bawah melalui tindakan-tindakan represif oleh aparat sesungguhnya akan menyebabkan semakin suburnya gerakan mahasiswa, dan semakin terdengarnya jeritan masyarakat tertindas. Viva la revolution!***