Monday, August 18, 2008

CITA-CITA (SOE HOK GIE)

Saya mimpi tentang sebuah dunia Dimana ulama, buruh, dan pemuda, Bangkit dan berkata, “Stop semua kemunafikan! Semua pembunuhan atas nama apapun!” Dan para politisi di PBB sibuk mengatur pengangkutan gandum, beras, dan susu Buat anak-anak yang lapar di tiga benua Dan lupa akan diplomasi Tak ada lagi rasa benci pada siapapun, agama apapun, ras dan bangsa apapun Dan melupakan perang dan kebencian Dan hanya sibuk dengan pembangunan dunia yang lebih baik Tuhan, saya mimpi tentang dunia tadi Yang tak pernah akan dating
Posted by suang in 07:01:46 | Permalink | No Comments »

SEBUAH TANYA (SOE HOK GIE)

“akhirnya semua akan tiba pada suatu hari yang biasa pada suatu ketika yang telah lama kita ketahui apakah kau masih berbicara selembut dahulu? memintaku minum susu dan tidur yang lelap? sambil membenarkan letak leher kemejaku” (kabut tipis pun turun pelan-pelan di lembah kasih, lembah mendala wangi kau dan aku tegak berdiri, melihat hutan-hutan yang menjadi suram meresapi belaian angin yang menjadi dingin) “apakah kau masih membelaiku semesra dahulu ketika ku dekap kau, dekaplah lebih mesra, lebih dekat” (lampu-lampu berkelipan di jakarta yang sepi, kota kita berdua, yang tua dan terlena dalam mimpinya. kau dan aku berbicara. tanpa kata, tanpa suara ketika malam yang basah menyelimuti jakarta kita) “apakah kau masih akan berkata, kudengar derap jantungmu. kita begitu berbeda dalam semua kecuali dalam cinta?” (haripun menjadi malam, kulihat semuanya menjadi muram. wajah2 yang tidak kita kenal berbicara dalam bahasa yang tidak kita mengerti. seperti kabut pagi itu) “manisku, aku akan jalan terus membawa kenangan-kenangan dan harapan-harapan bersama hidup yang begitu biru”
Posted by suang in 07:00:43 | Permalink | No Comments »

CINTA (SOE HOK GIE)

Ada orang yang menghabiskan waktunya berziarah ke mekkah
Ada orang yang menghabiskan waktunya berjudi di miraza
Tapi aku ingin habiskan waktuku di sisimu sayangku
Bicara tentang anjing-anjing kita yang nakal dan lucu
Atau tentang bunga-bunga yang manis di lembah mendala wangi

Ada serdadu-serdadu Amerika yang mati kena bom di danang
Ada bayi-bayi yang mati lapar di Biafra
Tapi aku ingin mati di sisimu sayangku
Setelah kita bosan hidup dan terus bertanya-tanya
Tentang tujuan hidup yang tak satu setanpun tahu

Mari, sini sayangku
Kalian yang pernah mesra, yang pernah baik dan simpati padaku
Tegakklah ke langit atau awan mendung
Kita tak pernah menanamkan apa-apa,
Kita takkan pernah kehilangan apa-apa”

Posted by suang in 06:59:27 | Permalink | No Comments »